Sabtu, 31 Oktober 2015

white shirt

Beautiful in White

How to style in white #style1

    Hollaa... masih takut mengenakan atasan putih? ga pede dengan kulit mu yang gelap berbalut outfit berwarna putih?
    wait... kamu hanya butuh memadupadankan baju putih kamu untuk tampil elegant, chic, casual atau sesuai keinginan kamu. Putih merepresentasikan kebersihan, kerapian, keindahan, keanggunan, jadi ga ada alasan yang membuat kamu takut untuk mencoba baju berwana putih yaa cantiiks. Kemeja putih merupakan salah satu fashion item yang harus ada dalam lemarimu lho.. mau tau kenapa?
  • Mudah dipadupadankan 
Warna putih merupakan warna netral yang  sangat mudah untuk dipadukan dengan wrna lainnya. dan tentunya dapat dipadupadankan dengan fashion item lainnya sesuai kebutuhan kamu, seperti gelang kalung dll. Karna putih merupakan warna yang netral maka sangat mudah untuk memberikan sentuhan dengan warna apapun sehingga kamu ga akan buang banyak waktu untuk memikirkan baju apa yang bakal kamu kenakan. Seperti yang saya lakukan beberapa hari lalu, diajak temen buat hangout, tapi baju pada kotor semua nih lalu tanpa pikir panjang akhirnya saya memilih baju putih untuk mewarnai weekend ku yang santai... hihii. Pada kali ini, saya padukan dengan celana panjang tartan. Motif kotak - kotak ini ga pernah ketinggalan zaman lhoo selalu outstanding ditambah lagi karet pada ujung celana yang memberi kesan santai dan nyaman dipakai apalagi model celana ini ga ketat jadi cocok banget buat kamu yang berhijab. Tambahan kantong celana yang terletak didepan akan memberikan kesan tampil beda lho. Teruus.. siapa bilang pakai baju putih itu flat? kamu bisa tampil rapi, santai tapi tetap eksklusif dengan baju putih.

Tips:
  • Bermain dengan warna
Jangan takut bermain dengan warna yaa, kamu bisa padukan dengan warna yang cerah untuk menampilkan kesan ceria, atau sedikit bermain motif. Namun untuk kali ini saya ini mendapat sentuhan fresh jadi saya memilih untuk memberikan sentuhan wrna hijau pada jilbab dan sedikit wrna biru motif tartan pada celananya.
  • Aksesoris tambahan
Kamu juga bisa menambahkan fashion item lainnya seperti kalung berwarna cerah atau kalung berwana monocrome yang sesuai dengan gaya kamu saat itu. Sepatu merupakan salah satu fashion item paling penting, karna sepatu adalah sesuatu yang bisa membawamu kemanapun, jadi pilihlah model sepatu yang sesuai dengan tujuan kamu ya dear. Karna saat itu saya ga pake kalung sebagai pemanis jadi saya bermain di bagian sepatu, di sini saya menggunakan wedges yang tidak terlalu tinggi untuk mendapatkan kesan santai. 
 
  • Gaya hijab
Gaya hijab seseorang biasanya bisa merepresentasikan karakter pada si pemakai atau bisa mencerminkan tema apa yang sedang kita gunakan. Kalau kamu berhijab tentunya jilbab merupakan hal yang terpenting ya dear. pilihlah yang sesuai dengan warna kulit kamu ya. karna warna kulitku asia banget jadi biasanya lebih suka pake warna - warna yang sedikit cerah, yaa biar wajahnya keliatan cerah juga heheee..
  • Kualitas baju putih
Karna putih merupakan warna dasar yang akan dipadukan dengan banyak gaya maka pilihlah bahan yang paling nyaman buat kamu ya. Milikilah kemeja putih berbahan chiffon yang ringan sejuk dan lembut di kulit. Kamu bisa memilih chiffon yang berbahan tipis atau yang agak tebal.


Semoga tips kali ini bermanfaat, 
````````````nantikan tips selanjutnya yah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kamis, 22 Oktober 2015

How to style Preppy look

Preppy Look


     Tentunya buat kamu para pecita Korea atau Jepang pasti udah ga asing lagi dengan Preppy look kan? Well preppy look sangat khas dengan baju sekolah Jepang, rok kotak-kotak dan bergaya formal. Tapi ga cuma di Asia aja lhoo yang suka bergaya preppy ternyta di Eropa juga punya gaya preppy mereka sendiri.
preppy biasa identik dengan classic, kacamata, sepatu oxford, stocking, flats shoes dll, tapi sebenarnya point yang paling penting adalah apakah kamu bisa mix match pakaian yang kamu gunakan sesuai kepribadian dan tentunya memberi kenyamanan pada si pemakai ya..

  • Stay classic 
          Preppy Look tentunya identik dengan sesuatu yang classic atau kuno tapi kamu tetap bisa terlihat  chic. Kamu juga tetap bisa menggunakan item yang kamu suka namun tetap terkesan classic dan rapi. misalnya dengan menggunakan iner kaos dengan turtle neck seperti dalam foto ini.
  •  Mix match
Lego eyeglasses
yaps.. berkreasilah dengan memadu padankan dengan beberapa item. Ciri khas dari preppy adalah menggunakan pakaian yang bertumpuk atau berlapis. Kamu bisa menambahkan outer  seperti kemeja motif, coat yang terkesan rapi  dan vintage. Dalam foto ini kamu bisa liat outer yang berwarna putih atau vest yang berbahan rajut yang memberikan sentuhan warna berbeda sebagai pemanis. kamu juga bisa menambahkan kacamata besar yang sesuai dengan karakter  wajahmu.


  • Pilihan Motif
untuk pilihan motif tentunya kamu bisa memilih yang kamu suka, seperti polkadot atau etmik. kamu juga bisa mencoba motif tartan atau kotak-kotak yang selalu terlihat  outstanding dan ga ada matinya dari waktu kewaktu.






  • Sepatu dan kaos kaki
Ankle boots
kamu bisa menggunakan kaos kaki berenda, stocking panjang atau legging, tentunya yang tebal dan ga transparan ya buat kamu yang  berhijab. Kamu
juga bisa memilih sepatu pantofel atau 
oxford yang buat kaki kamu nyaman.
bisa juga menambahkan ankle 
boots seperti dalam gambar
ini. angkle boots berwarna 
coklat dan berbahan leather,
classic tapi tetap ada sentuhan 
modernnya dengan sedikit heals 
rata dibelakangnya.



ouh iyaa.. Point penting 
dalam berbusana adalah "percaya diri" yaa.. 
pakaian apapun yang kamu kenakan akan terlihat asiik ketika kamu melangkah dengan senyum dan percaya diri. Jangan takut 
bereksperimen dengan busana kamu ya, rapi, sopan, dan tetap assik. Selamat Mencoba

~International Relation Department



Diplomasi Fashion
      Setelah perkembangan zaman yang pesat dalam dunia internasional maka banyak cara yang dilakukan oleh aktor negara  dalam berdiplomasi untuk menyampaikan pesan dengan berbagai cara. Sebagai actor negara tentunya ada tuntutan untuk berbusana rapi sebagaimana perwakilan sebuah negara yang identik rapi, berkharisma dan berwibawa. Namun  bagaimana bila gaya para diplomat atau actor negara disebut diplomasi fashion seperti yang dilakukan oleh aktor negara seperti Sri Mulyani (menteri keuaangan RI 2005) dan Mari Pangestu (menteri perdagangan), walaupun tidak  memberikan dampak  hebat seprti yang ditimbulkan oleh fashion yang dikenakan oleh para aktor Hollywood, diplomasi fashion oleh aktor negara semakin memperkuat citra pemimpin, dan citra negara. Bahkan dalam kasus isteri presiden AS Barack Obama, Michelle Obama, diplomasi fashion menjadi ikon fashion baru yang cukup banyak ditiru oleh para wanita sejagad. Secara tidak langsung, diplomasi fashion pun beriringan dengan diplomasi ekonomi.
     
     Pengertian arti kata  “fashion” memiliki arti yang berbeda dengan kata “busana”, karena   Fashion tidak hanya berbicara tentang busana tapi juga tentang asesoris (seperti giwang yang dikenakan oleh Sri Mulyani), sepatu, rambut, bahkan telepon genggam. Kamus encarta mengategorikan ’fashion’ sebagai pakaian, rambut, penampilan pribadi seseorang secara umum, termasuk tingkah lakunya. Dengan demikian, fashion disebut sebagai ekspresi diri kita dan kepribadian kita. Kita dapat menggunakan fashion untuk memberi informasi apakah kita seorang yang profesional, pemberontak, atau justru konservatif. Untuk alasan itulah maka muncul istilah baru dalam dunia diplomatik yang disebut diplomasi fashion yang tidak dapat diterjemahkan sebagai diplomasi busana. Diplomasi fashion berbicara tentang bagaimana gaya fashion seseorang atau sekelompok orang dapat menyampaikan pesan tentang karakternya bahkan negaranya. Contoh sederhananya adalah sebuah kota kecil di Jepang yang penduduknya gemar mengenakan pakaian dan gaya rambut yang cukup heboh ala anime yang kemudian mendunia dan kita kenal dengan model ’harajuku’. Ini menjadi simbol penduduk Jepang yang kreatif, ’nakal’, dan gemar bereksperimen dengan beragam gaya baru. 

     Busana-busana yang dikenakan oleh Michelle Obama berhasil mematahkan berbagai aturan berbusana dalam protokoler resmi gedung putih. Dalam inagurasi suaminya sebagai presiden AS, Michelle Obama mengenakan gaun merah manis rancangan Jason Wu yang jauh dari kesan konservatif. Banyak yang menyimbolkan hal ini sebagai perubahan sikap AS yang makin fleksibel dalam menjawab berbagai tantangan. Sebagai Ibu negara,  Michelle Obama tidak hanya menaruh perhatian pada sisi keanggunan dirinya dalam balutan gaun-gaun berkelas rancangan para desainer terkemuka. Perempuan berkulit hitam ini rupanya paham benar tentang posisinya sebagai seorang pendamping presiden negara adidaya, Amerika, karena itu Michelle juga punya kemampuan diplomasi yang sangat baik sebagai seorang wanita. 

     Michelle selalu paham bagaimana cara memilih busana agar selalu sesuai dengan budaya setempat namun tetap terlihat fashionable dan lebih penting nyaman untuk dikenakan dalam iklim apapun. Misalnya saat melakukan kunjungan ke negara-negara asia tenggara seperti India dan Indonesia. Saat berkunjung ke Indonesia pada 2010, ketika mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah Michelle mengenakan warna cokelat tua. Istri Presiden Amerika Serikat Barack  Obama juga mengenakan kerudung saat bertandang ke Masjid Istiqlal. Dia memadukan setelan pantsuit berwarna (mirip hijau limau) rancangan Stephen Burrows dengan kerudung. Pakaian yang dikenakan Michelle sebagai ibu negara ditafsirkan sebagai bentuk diplomasi, toleransi bagi negara yang dikunjunginya. Saat mengunjungi India Michelle memakai saree, jenis pakaian yang sering digunakan wanita di India .Busana dan asesorisnya telah menjadi salah satu cara Michelle berdiplomasi. Semua busana Michelle dalam kunjungannya ke asia dipilih dengan hati-hati untuk menunjang diplomasi fashion dan memikat negara yang dikunjunginya. Karena perannya yang krusial, AS memiliki tim pengarah gaya dan artistik khusus yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh seperti staf khusus inti.       
     Mari Pangestu mengatakan bahwa salah satu tujuan diplomasi fashion yakni; sebagai sarana menjelaskan produk domestik (diplomasi ekonomi). Dalam kasus Michelle Obama, diplomasi fashion menyiratkan fleksibilitas pemerintahan baru AS dan tanpa disadari juga menjadi sarana diplomasi ekonomi karena gaya fashion yang dikenakannya ternyata menjadi ikon dunia. Dalam kasus Sarah Palin, diplomasi fashion yang dilakukannya menuai kontroversi karena ia dituding memberi pesan menghambur-hamburkan uang pada saat AS dilanda krisis. Diplomasi fashion menjadi salah satu identitas yang mudah dinilai dari pribadi seseorang adalah busana yang dipakai. Hal itu juga yang menjadi penilaian utama bagi seorang ibu negara AS. Michelle juga begitu familier memilih gaun putih berbahu satu rancangan desainer Jason Wu dan menjadi populer di AS. Bahkan, Michelle tidak takut menentang tradisi Gedung Putih yang ketika itu memakai gaun hitam tanpa lengan dalam sesi pemotretannya. 

     Saat ini pesona Michelle Obama yang dilihat sebagai pencitraan, ibu negara Amerika Serikat (AS), dikagumi banyak kaum Hawa dan dinilai sebagai ikon mode karena berani bereksperimen dalam mengenakan gaun. Tidak seperti layaknya kebanyakan ibu negara yang lebih berhati-hati dan terkesan konservatif. Michelle Obama yang sering tertangkap kamera mengenakan busana yang sama berulang kali juga menyampaikan sebuah pesan. Susan Swimmer, penulis buku Michelle Obama: First Lady of Fashion and Style dalam wawancaranya dengan wartawan senior TIME, Andrea Sachs (16 Juli 2009) mengatakan bahwa Michelle Obama adalah first lady pertama yang diingatnya mengenakan busana yang sama berulang kali, sesuatu yang jarang dilakukan oleh first lady sebelumnya. “Ini adalah sesuatu yang sangat baik dilakukan di tengah resesi yang melanda AS dan dunia”. Namun banyak juga yang member kritik pada busana-busana yang dikenakan Michelle Obama karena merk-merknya yang high-end atau mahal seperti Rodarte, Jason Wu, Sophie Theallet, Narciso Rodriguez, Thakoon, Isabel Toledo dan Rick Owens. 

        Madeleine Albright, dalam bukunya yang berjudul Read My Pins: Stories from a Diplomat’s Jewel Box, Albright menjelaskan makna pin-pin yang sering dikenakan pada busananya. Albright mengatakan bahwa pin-pin di bajunya menyampaikan ‘pesan cerdas’ bagi para pemimpin dunia. Jika ia ingin menyampaikan pesan tegas dengan sedikit sindiran, ia akan mengenakan pin serangga hitam-kuning (wasp). Jika ia ingin mendorong pembicaraan damai, ia akan mengenakan pin kura-kura. Ia mengenakan pin 3 buah monyet untuk menyampaikan pesan ”hear no evil, see no evil, speak no evil” pada Rusia saat bergolaknya kerusuhan di Chechnya. 

    Pengakuan Madeleine Albright menjadi bukti bahwa fashion diplomasi sudah menjadi perhatian para aktor negara jauh sebelum era milenium dimulai. Gaya busana dan potongan rambut mendiang Jacqueline Kennedy, mantan first lady AS dengan gaun sederhana, cantik dan elegan sangat dikenang hingga saat ini. Putri Diana pun turut menyemarakkan mode serta model rambut yang menjadi ikon global. Hamish Bowles, editor majalah Vogue mengatakan bahwa busana yang terlihat dramatis di koran dan foto-foto seperti Jacqueline Kennedy dapat meningkatkan citra para politisi. Pilihan busana Michelle bukan hanya menjadi sarana diplomasi dan penguatan identitas namun juga memberikan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Pilihan pakaian Michelle telah meningkatkan dunia ritel hingga miliaran dolar. Sebuah studi yang dilakukan Harvard Business Review selama kurun waktu 2008–2009 misalnya, Michelle memberikan kontribusi untuk industri mode sebesar USD2,7 miliar dalam 189 kali penampilannya di depan publik. Rata-rata dalam satu kali penampilan, Michelle memberi kontribusi sebesar USD14 juta. Label busana yang dikenakan Michelle selama kurun waktu satu tahun itu rata-rata mendapat peningkatan penjualan sebesar 16,3%. Gaya berpakaian Michelle adalah cara untuk mengekspresikan diri. Dia sadar bahwa orang akan mudah mengkritik, termasuk dalam gaya berpakaian. Namun, Michelle yakin sudah merasa nyaman dengan pilihannya. Gaya diplomasi fashion yang nyaman serta santai dalam kesederhanaan dari ciri khas busana Michelle Obama ini nyatanya selalu berhasil menarik simpati public dan memiliki konsekuensi. 

 



Referensi
Cathy Horyn, New York Times – 24 Desember 2009, Posted by Sylvietanaga on January 4, 2010 
Liputan 6, “Diplomasi Busana ala Michelle Obama” diposting  pada  Nov 11, 2010 at 13:30 WIB