Islam and International World
Konflik
Palestina dan Israel
![]() |
| Image by: Google |
Sengketa
yang terjadi antara Palestina dan Israel telah menjadi pusat perhatian dunia
Internasional, khususnya para umat muslim dunia. Konflik Palestina-Israel telah
terjadi selama lebih dari 60 tahun. Awal konflik Palestina-Israel ini bisa jadi
konflik agama, namun bila di tinjau secara keseluruhan dengan adanya keterlibatan Amerika dan
Inggris serta sekutu dalam konflik ini bukan lagi menjadikan agama sebagai
alasan, namun konflik yang dibuat atas dasar kepentingan pihak tertentu untuk
mencapai tujuan yang mereka inginkan. Konflik ini juga telah menyeret
negara-negara Arab lain yang berada disekitar Palestina yang merasa khawatir
atas masa depan bangsa Arab dan keamanannya.
Menurut
sejarah, bangsa Yahudi adalah bangsa yang tidak memiliki negara, keberadaan
bangsa Yahudi bisa tersebar ke berbagai belahan dunia. Bangsa Yahudi sempat
menempati wilayah Palestina terutama pada zaman keemasan raja Sulaiman atau
Solomon. Pada zaman itu juga Aqsa dibangun di kota lama Yerusalem (Yerusalem
timur) kemudian dikenal oleh umat Islam dengan sebutan “Al- Haram Asy-Syarif”
yang berarti “tanah suci”. Semua agama pada zaman Sulaiman hidup berdampingan
dan damai di tanah Palestina. Pada 1492 Palestina yang dikuasasi oleh
Andalusia jatuh ke tangan Kristen
Spanyol (reconquista). Dalam tahun ini adanya pengkristenan masal, pengusiran
dan pembunuhan dikarenakan kecemasan Spanyol atas umat Islam yang dapat setelah penakhlukan tersebut.
Palestina
memiliki sejarah bagi tiga agama samawi, yaitu Kristen, Islam, Yahudi yang
menjadikan kawasan ini sebagai tanah suci. Palestina juga merupakan kawasan geopolitik dan
mengandung banyak sumber mineral yang membuat negara-negara menaruh kepentingan
untuk mendapatkan sumber energi. Obsesi Yahudi untuk menempati sekaligus
menguasai seluruh wilayah Palestina memicu terbentuknya konspirasi antara
negara-negara adidaya dan menyimpan kepentingan
tersendiri untuk membentuk wilayah kekuasaan baru. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa
Yahudi Maka, terbentuklah organisasi Zionisme pada tahun 1897 oleh Theodore
Herzl yang memperkenalkan Zionisme dengan ideology baru sekaligus mendorong
adanya kongres pertama Zionis di Basel Swiss. Disinilah peserta Kongres I
Zionis mengeluarkan resolusi, yang menyatakan bahwa umat Yahudi tidaklah
sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup
secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah
air bagi umat Yahudi yaitu tanah yang bersejarah bagi mereka.
Anggota
kelompok Zionis tersebar keberbagai negara namun tetap bersatu dalam merebut
kembali tanah yang diimpikan bagi bangsa Yahudi. Untuk mengumpulkan kekuatan,
Yahudipun menjalin hubungan dengan negara-negara sekutu Inggris pada saat
perang dunia I dan mengirim surat ataupun proposal bantuan kepada Inggris. Namun,
ditengah kegaduhan yang terjadi antara kekuasaan Ottoman dan rakyatnya yang
dipicu oleh janji-janji Inggris kepada rakyat Palestina untuk menjadikan
Palestina sebagai negara yang independent, terbentuklah perjanjian Sykes-Picot pada
1917 yang terungkap bahwa Inggris dan Perancis menandatangani persetujuan yang
berisi mengenai rencana pembagian wilayah-wilayah yang dulunya adalah milik
Turki Ottoman untuk kedua belah pihak negara ini. Apa yang dilakukan Inggris
dan Perancis tentunya telah mengidentifikasikan adanya perlombaan kepentingan nasional negara-negara
Eropa.
Amerika, Inggris dan sekutu sebagai pemenang pada perang dunia I telah memberi kekuatan baru bangsa
Yahudi dengan adanya Deklrarasi Balfour yang di ajukan oleh Menteri Luar Negeri
Inggris Arthur James Balfour yang memiliki keturunan Yahudi. Arthur menulis
surat pada 2 November 1917 kepada dua pemimpin komunitas Yahudi Inggris Walter
Rothschild dan Baron Rothschild. Surat ini berisi tentang dukungan Inggris
terhadap pembentukan tanah air warga Yahudi di wilayah Palestina. Surat ini
menghasilkan mandate PBB pada tahun 1948 dalam pembagian wilayah Palestina
yaitu 45% untuk Palestina dan 55% untuk Israel dan berujung kepada pendirian
negara Israel pada 14 Mei 1948 dan mengakibatkan perang setelah sehari pasca proklamasi
kemerdekaan Israel. Perang ini terjadi antara Arab (Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Yordania, Saudi Arabia, Mutawakkilite Kingdom of Yemen, Holy War Army, Arab Liberation Army, Muslim Brotherhood)
dengan Israel
karena tidak puas dengan hasil diplomasi tersebut.
Saat ini pembagian wilayah bagi bangsa Arab dan Yahudi oleh PBB dimasa lampau telah dilanggar oleh bangsa Yahudi, pasalnya bangsa Yahudi telah melakukan perluasan wilayah sampai ke Palestina secara illegal dengan dukungan Amerika. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari negara-negara dalam berebut kepentingan di Palestina, seperti: 1.bidang politik: burusaha menguasai poitik melalui program mereka untuk menjadikan kota Jerusalem lama yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang menjadi ibu kota negara yang abadi dan disanalah mereka berniat akan menguasai seluruh wilayah sekitarnya terutama Amerika yang merupakan pendukung Israel yang akan dengan mudah menanamkan kebijaknnya di Timur Tengah, 2. bidang ekonomi: menjadikan Jerusalem sebagai tempat tujuan turis internasional yang sangat bersejarah dan menjadi Koordinator utama dalam kunjungan keagaaman seperti kunjungan masjidil Aqsa untuk para Haji dan meningkatkan pendapatan dari devisa wisata bersejarah umat kristiani dan Yahudi, 3. histori: menguasai peninggalan-peninggalan budaya Islam yang telah mengalahkan Barat dimasa lalu. Konflik ini telah mempertaruhkan berjuta jawa bangsa Arab, seharusnya organisasi Internasional seperti PBB lebih tegas untuk menyelesaikan konflik yang telah belarut-larut ini dengan memberi hukuman kepada para pelanggar perjanjian yang tidak sesuai dengan peraturan walaupun tidak ada pengadilan yang adil selain hukum Tuhan.
Saat ini pembagian wilayah bagi bangsa Arab dan Yahudi oleh PBB dimasa lampau telah dilanggar oleh bangsa Yahudi, pasalnya bangsa Yahudi telah melakukan perluasan wilayah sampai ke Palestina secara illegal dengan dukungan Amerika. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari negara-negara dalam berebut kepentingan di Palestina, seperti: 1.bidang politik: burusaha menguasai poitik melalui program mereka untuk menjadikan kota Jerusalem lama yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang menjadi ibu kota negara yang abadi dan disanalah mereka berniat akan menguasai seluruh wilayah sekitarnya terutama Amerika yang merupakan pendukung Israel yang akan dengan mudah menanamkan kebijaknnya di Timur Tengah, 2. bidang ekonomi: menjadikan Jerusalem sebagai tempat tujuan turis internasional yang sangat bersejarah dan menjadi Koordinator utama dalam kunjungan keagaaman seperti kunjungan masjidil Aqsa untuk para Haji dan meningkatkan pendapatan dari devisa wisata bersejarah umat kristiani dan Yahudi, 3. histori: menguasai peninggalan-peninggalan budaya Islam yang telah mengalahkan Barat dimasa lalu. Konflik ini telah mempertaruhkan berjuta jawa bangsa Arab, seharusnya organisasi Internasional seperti PBB lebih tegas untuk menyelesaikan konflik yang telah belarut-larut ini dengan memberi hukuman kepada para pelanggar perjanjian yang tidak sesuai dengan peraturan walaupun tidak ada pengadilan yang adil selain hukum Tuhan.
Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah:“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
mengikuti agama mereka. Katakanlah:“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Referensi
http://www.kompasiana.com/handaka/palestina-israel-sekedar-sengketa-wilayah_5500004fa333114e7050f858
Al Quran : Al Baqarah : Ayat 120
Lilis Ayu Rimbawati
201110360311064~
Class B
Class B

Tidak ada komentar:
Posting Komentar