Sabtu, 07 November 2015

Konflik Palestina dan Israel




 Islam and International World

Konflik Palestina dan Israel


                                                                                                    Image by: Google
 
Sengketa yang terjadi antara Palestina dan Israel telah menjadi pusat perhatian dunia Internasional, khususnya para umat muslim dunia. Konflik Palestina-Israel telah terjadi selama lebih dari 60 tahun. Awal konflik Palestina-Israel ini bisa jadi konflik agama, namun bila di tinjau secara keseluruhan  dengan adanya keterlibatan Amerika dan Inggris serta sekutu dalam konflik ini bukan lagi menjadikan agama sebagai alasan, namun konflik yang dibuat atas dasar kepentingan pihak tertentu untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Konflik ini juga telah menyeret negara-negara Arab lain yang berada disekitar Palestina yang merasa khawatir atas masa depan bangsa Arab dan keamanannya.
Menurut sejarah, bangsa Yahudi adalah bangsa yang tidak memiliki negara, keberadaan bangsa Yahudi bisa tersebar ke berbagai belahan dunia. Bangsa Yahudi sempat menempati wilayah Palestina terutama pada zaman keemasan raja Sulaiman atau Solomon. Pada zaman itu juga Aqsa dibangun di kota lama Yerusalem (Yerusalem timur) kemudian dikenal oleh umat Islam dengan sebutan “Al- Haram Asy-Syarif” yang berarti “tanah suci”. Semua agama pada zaman Sulaiman hidup berdampingan dan damai di tanah Palestina. Pada 1492 Palestina yang dikuasasi oleh Andalusia  jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista). Dalam tahun ini adanya pengkristenan masal, pengusiran dan pembunuhan dikarenakan kecemasan Spanyol atas umat Islam yang dapat setelah penakhlukan tersebut.
Palestina memiliki sejarah bagi tiga agama samawi, yaitu Kristen, Islam, Yahudi yang menjadikan kawasan ini sebagai tanah suci.  Palestina juga merupakan kawasan geopolitik dan mengandung banyak sumber mineral yang membuat negara-negara menaruh kepentingan untuk mendapatkan sumber energi. Obsesi Yahudi untuk menempati sekaligus menguasai seluruh wilayah Palestina memicu terbentuknya konspirasi antara negara-negara adidaya dan menyimpan  kepentingan tersendiri untuk membentuk wilayah kekuasaan baru. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Yahudi Maka, terbentuklah organisasi Zionisme pada tahun  1897 oleh Theodore Herzl yang memperkenalkan Zionisme dengan ideology baru sekaligus mendorong adanya kongres pertama Zionis di Basel Swiss. Disinilah peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, yang menyatakan bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi yaitu tanah yang bersejarah bagi mereka.
Anggota kelompok Zionis tersebar keberbagai negara namun tetap bersatu dalam merebut kembali tanah yang diimpikan bagi bangsa Yahudi. Untuk mengumpulkan kekuatan, Yahudipun menjalin hubungan dengan negara-negara sekutu Inggris pada saat perang dunia I dan mengirim surat ataupun proposal bantuan kepada Inggris. Namun, ditengah kegaduhan yang terjadi antara kekuasaan Ottoman dan rakyatnya yang dipicu oleh janji-janji Inggris kepada rakyat Palestina untuk menjadikan Palestina sebagai negara yang independent, terbentuklah perjanjian Sykes-Picot pada 1917 yang terungkap bahwa Inggris dan Perancis menandatangani persetujuan yang berisi mengenai rencana pembagian wilayah-wilayah yang dulunya adalah milik Turki Ottoman untuk kedua belah pihak negara ini. Apa yang dilakukan Inggris dan Perancis tentunya telah  mengidentifikasikan  adanya perlombaan kepentingan nasional negara-negara Eropa. 
 Amerika, Inggris dan sekutu sebagai pemenang pada perang dunia I telah memberi kekuatan baru bangsa Yahudi dengan adanya Deklrarasi Balfour yang di ajukan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour yang memiliki keturunan Yahudi. Arthur menulis surat pada 2 November 1917 kepada dua pemimpin komunitas Yahudi Inggris Walter Rothschild dan Baron Rothschild. Surat ini berisi tentang dukungan Inggris terhadap pembentukan tanah air warga Yahudi di wilayah Palestina. Surat ini menghasilkan mandate PBB pada tahun 1948 dalam pembagian wilayah Palestina yaitu 45% untuk Palestina dan 55% untuk Israel dan berujung kepada pendirian negara Israel pada 14 Mei 1948 dan mengakibatkan perang setelah sehari pasca proklamasi kemerdekaan Israel. Perang ini terjadi antara Arab (Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Yordania, Saudi Arabia, Mutawakkilite Kingdom of Yemen, Holy War Army, Arab Liberation Army, Muslim Brotherhood) dengan Israel karena tidak puas dengan hasil diplomasi tersebut.
           Saat ini pembagian wilayah bagi bangsa Arab dan Yahudi oleh PBB dimasa lampau telah dilanggar oleh bangsa Yahudi, pasalnya bangsa Yahudi telah melakukan perluasan wilayah sampai ke Palestina secara illegal dengan dukungan Amerika. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari negara-negara dalam berebut kepentingan di Palestina, seperti: 1.bidang politik:  burusaha menguasai poitik  melalui program mereka untuk menjadikan kota Jerusalem lama yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang  menjadi ibu kota negara yang abadi  dan disanalah mereka berniat akan menguasai seluruh wilayah sekitarnya terutama Amerika yang merupakan pendukung Israel yang akan dengan mudah menanamkan kebijaknnya di Timur Tengah, 2. bidang ekonomi: menjadikan Jerusalem sebagai tempat tujuan turis internasional yang sangat bersejarah dan menjadi Koordinator utama dalam kunjungan keagaaman seperti kunjungan masjidil Aqsa untuk para Haji dan meningkatkan pendapatan dari devisa wisata bersejarah umat kristiani dan Yahudi, 3. histori: menguasai peninggalan-peninggalan budaya Islam yang telah mengalahkan Barat dimasa lalu. Konflik ini telah mempertaruhkan berjuta jawa bangsa Arab, seharusnya organisasi Internasional seperti PBB lebih tegas untuk menyelesaikan konflik yang telah belarut-larut ini dengan memberi hukuman kepada para pelanggar perjanjian yang tidak sesuai dengan peraturan walaupun tidak ada pengadilan yang adil selain hukum Tuhan.
  
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah:“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan  datang  kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
(QS. 2:120)


Referensi


 Al Quran : Al Baqarah : Ayat 120
  Lilis Ayu Rimbawati
201110360311064~
Class B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar